Senin, 18 September 2017

Depresi Melawan Takdir

Try to laugh at yourself. That you are weak, loser, stupid, and not as good as people see. I do that when the problem comes unending.

Dulu aku juga mengalami benturan yang sangat dahsyat dalam hidupku, bertubi-tubi terbentur tembok yang amat tinggi dan kokoh.  Tidak bisa aku lawan untuk aku robohkan, dan kehilangan orang-orang yang aku sayangi. Sampai pada kondisiku yang sangat terpuruk.  Sampai pada saat aku tidak bisa berdo'a.  Yup. Aku tidak bisa meminta pada Allah,  karena semua yang aku minta hilang dalam sekejap. Allah telah ambil semuanya, aku bingung harus minta apa lagi,  aku merasa sudah tidak mau apa-apa lagi. Untuk apa lagi aku meminta jika yang aku sayangi dan aku harapkan semua hilang.
Depresi ya.  Stress ya. Bahkan berhari-hari tak ada makanan yg mampu masuk dalam mulutku.  Hanya air putih yg di paksa masuk. Aku berpetualang ga tau jluntrungannya mau kemana. Main hujan sambil berkendara sekencang-kencangnya tanpa helm. Itu bisa sedikit mengurangi beban berat di kepalaku.  Rasanya ingin terbang tapi tak bisa,  ingin pergi tapi kaki terasa lunglai tak mampu berjalan,  ingin sendiri.  Hanya sendiri. Aku tidak ingin siapa-siapa lagi. Aku tidak ingin apa-apa lagi.

Singkat cerita.
Aku selalu menyalahkan diri sendiri atas semua kejadian yang menimpaku termasuk kematian ayah tercinta.
Jiwa dan ragaku rasanya tidak mau berjalan bersama tapi tidak mampubuntuk berpisah. Alam bawah sadarku berkecamuk, anatara niat hati,  yang terjadi dan yang aku ingin kan semua bertentangan,  tidak bisa seiring sejalan. Dalam tidur terisak menangis tanpa tahu kenapa, sesak dada ini dan masih berlanjut menangis saat terjaga. Begitu panjang mimpi buruk itu selalu datang,  puluhan tahun malah...

Aku mulai bisa berangsur keluar dari rasa tertekan itu dengan cara mengikhlaskan semuanya. Ikhlas adalah satu kata yang mudah diucapkan tapi susah diamalkan. Tidak bisa tiba-tiba, butuh proses dan perjuangan.
Tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Prosesnya sangat lama.  Karena otakku masih normal,  hatiku juga alhamdulillah normal, Ingatanku normal , aku  bukan pengidap amnesia akud. Jadi kapan saja bisa ingat kejadian masa lalu.  Merasakan kembali rasa perih, sakit, beban, rasa bersalah yang tiba-tiba datang.

Solusi yang aku tawarkan pada kawan penderita insomnia, stress dan depresi akibat kejadian masa lalu, intinya begini.
Saat kita habis sholat,  habis mengadu pada Yang Kuasa, memintalah apa keinginanmu, lalu berdoalah untuk mereka semua yang terlibat dalam masalah kita di masa lalu.

          ***Doakan untuk kebaikan dan keselamatan orang-orang yang dulu pernah ada dalam hidupmu, baik yang menyakitimu, yang kamu sakiti maupun yang tersakiti oleh keadaan itu***

Yup!  yang tersakiti oleh kejadian itu atau yang menyakiti dirimu. Statusnya sama, mereka hanya melakoni perannya untuk kita.  Untuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat,  tangguh,  lembut dan penyayang,  juga makin dekat dengan Allah SWT. Mereka semua turut andil menjadikan dirimu jauh lebih kuat,  sabar,  lembut dan penyayang. Yaitu kamu yang sekarang.
Berterima kasihlah kepada mereka dengan cara mendo'akan untuk kebaikannya.

          *** Lalu tertawakanlah dirimu sendiri ***
Bahwa kita bukan apa2, kita hanyalah butiran debu yang akan terbang kebawa angin kemanapun angin akan bertiup. Sekuat apapun kita, sematang apapun rencana dan persiapan kita, seyakin apapun kita dengan yang kita lakukan untuk masa depan, Allah lah yang memutuskan. Lalu... Kamu mau apa?  Mau melawan takdir-Nya? Silahkan kalau bisa...

   *** He he he...  Please deh pople, you are a loser ***
Kamu sudah kalah melawan takdirmu. Kamu tidak punya daya upaya untuk melakukan apapun tanpa ijin Allah.
Menyerahlah dan Ikuti saja maunya Allah. Taruh hatimu... Letakkan pada posisi "pasrah".

Kesalahan masa lalu tdk berhak menghukum kita saat ini.  Allah saja Maha pengasih, mintalah kasih sayang Nya.  Kasihilah diri kita sendiri. Diri kita berhak mendapat kasih sayang dari hati kita yg tulus. Diri kita tdk berhak untuk lepas dari masalah rasa bersalah.
Setiap orang punya kesalahan masa lalu. Ikhlaskan kesalahan itu menjadi titik balik dalam kehidupan kita.  Untuk menjadi lebih baik.
Allah lah Yang Maha Pengampun.  Mohon ampun dan maafkan lah dirimu, kesalahanmu, kesalahan orang lain juga maafkanlah keadaan yang menghimpitmu. Jangan menyimpan dendam pada orang lain maupun diri sendiri. Karena itu akan menjadi penghambat hadirnya kedamaian dan ketentraman pada batinmu. Kamu tak akan bahagia jika di hatimu masih ada dendam. Buanglah jauh-jauh. Penuhilah hatimu dengan kadih sayang dan cinta.

Siapapun penyebab datangnya masalah dalam hidupmu, jangan tanam kebencian dalam hatimu padanya.  Tahukah kamu bahwa Allah lah yang mempertemukan dia denganmu. Atas ijin Allah juga dia datang padamu.  Kenapa?  Wallahu 'alam.
Allah ingin kamu lebih dekat dengan-Nya itu pasti. Mungkin hatimu dulu sekeras batu,  mungkin sikapmu sekokoh karang di lautan. Mungkin keangkuhanmu dulu mampu mengalahkan apapun. Mungkin Allah tidak suka dengan kamu yang dulu. Mungkin Allah ingin melembutkan engkau sebagai hamba Allah yang sangat disayangi-Nya. Mungkin Allah ingin engkau menjadi pribadi cerdas yang santun penuh kelembutan dan kasih sayang. Mungkin...
Dirimu berhak untuk bahagia.  Lepaskan semua masalah,  tersenyumlah dengan setulus hatimu yang paling dalam kepada dirimu,  orang-orang terdekatmu dan kepada seluruh dunia.

Anyone can make mistakes. But the guilty is entitled to be forgiven. Including your self. Please forgive your self and everyone.

Percaya kepada takdir.
Kejadian demi kejadian itu termasuk takdir,  kematian,  kepergian, pertemuan dan perpisahan itu juga bagian dari takdir.

Mari kita tertawakan diri sendiri atas kekalahan ini. Dan menerima takdir masa lalu, ikhlaskan semua yang sudah terjadi.  Tersenyumlah kpd seluruh dunia. 😊😊😊😊😊😊😊😊 Lihatlah orang-orang yang begitu menyayangimu. 😍😍😍 Taburilah hari-harinya dengancintamu.

For those who love me, you are always in my prayer.

-> Sahabatku yang jauh dan yang dekat
Semoga Allah selalu membimbing dan melindungi kita. Keselamatan di dunia hingga akherat.  Aamiin.